Membuat Ringkasan Buku.

“Kakak! tau tidak apa bahaya shalat?.”Kata Arwa.

“Tidak?.”Kata Abang.

“Nih,khaulah dan kakak Atikah membantu membuat ringkasan.”Kata Aku.

“Khaulah Bacakan ya!

Allah Ta’ala berfirman:
فَخَلَفََ مِن بَعْدِهِمَْ خَلْ فَ أَضَاعُوا الصَّلاةََ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتَِ فَسَوْفََ يَلْقَوْنََ
غَي ا
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui ghayya.” (QS. Maryam: 59)

kata ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut bahwa dia adalah sungai di Jahannam yang makanannya sangat menjijikkan, yang tempatnya sangat dalam.

orang yang meninggalkan shalat berada di dasar neraka, menunjukkan kekafirannya. dalam lanjutan ayatnya, “Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.”

ketika mereka menyia-nyiakan shalat dengan cara meninggalkannya, maka mereka bukanlah orang yang beriman.
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- telah bersabda: أُمِرْتَُ أَنَْ أُقَاتِلََ النَّاسََ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنَْ لََ إِلَهََ إِلََّ اللََُّّ وَأَنََّ مُحَمَّدًّا رَسُولَُ
اللََِّّ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةََ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةََ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكََ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمَْ
وَأَمْوَالَهُمَْ إِلََّ بِحَقَِّ الِْْسْلَامَِ وَحِسَابُهُمَْ عَلَى اللََِّّ
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haq Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 75 dan Muslim no. 21).
Jabir berkata: Saya mendengar Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِنََّ بَيْنََ الرَّجُلَِ وَبَيْنََ الشِّرْكَِ وَالْكُفْرَِ تَرْكََ الصَّلَاةَِ
“Sungguh yang memisahkan antara seorang laki-laki (baca: muslim) dengan kesyirikan dan kekufuan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82)
“bahwa meninggalkan shalat termasuk dari perkara yang menyebabkan terjadinya kekafiran.”
makna kafir asghar yang tidak mengeluarkan dari agama.Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: الْعَهْدَُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمَْ الصَّلَاةَُ فَمَنَْ تَرَكَهَا فَقَدَْ كَفَرََ
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat, karenanya barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir.” (HR. At-Tirmizi no. 2621, An-Nasai no. 459, Ibnu Majah no. 1069 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4143).Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin berkata, “Yang dimaksud dengan kekafiran di sini adalah kekafiran yang menyebabkan keluar dari Islam, karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan shalat sebagai batas pemisah antara orang orang mu’min dan orang orang kafir, dan hal ini bisa diketahui secara jelas bahwa aturan orang kafir tidak sama dengan aturan orang Islam. Karena itu, barang siapa yang tidak melaksanakan perjanjian ini maka dia termasuk golongan orang kafir.”
كَانََ أَصْحَابَُ مُحَمَّ دَ صَلَّى اللََُّّ عَلَيْهَِ وَسَلَّمََ لََ يَرَوْنََ شَيْئًّا مِنَْ الَْْعْمَالَِ
تَرْكُهَُ كُفْ رَ غَيْرََ الصَّلَاةَِ
“Para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berpendapat mengenai sesuatu dari amal perbuatan yang mana meninggalkannya adalah suatu kekufuran melainkan shalat.” (HR. At-Tirmizi no. 2622).

Advertisements