5 Ruginya Tidur setelah Shubuh saat Ramadhan.

1. Kehilangan barokah.

       Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berdoa,”Ya Allah berikan-Lah berkah kepada umatku dipagi hari mereka.

2.Bisa ketinggalan waktu shubuh.

3.Menyelisihi para salaf.

4.Membuat Malas dan melemahkan badan.

5.Pagi waktunya Rizqi.

Sumber.http://muslimah.or.id/ramadhan/ruginya-tidur-setelah-subuh.html

Advertisements

Puasa

 

Pada suatu hari,Adi dan Fathimah sedang sholat tarawih,karena besok puasa.

Habis menunaikan sholat tarawih,Adi dan Fathimah mengambil pensil,penghapus,pengaris,buku tulis,dan buku yang akan disalin kekomputernya.

Saat Fathimah menyalin kekomputernya,Adi sudah tidur lelap diatas kasurnya,karena sudah ngantuk Fathimah ketiduran diatas meja.

Saatnya pukul jam setengah 4 Adi segera bangun dan membangun Fathimah.

Makan sahur yuuk!… Fathimah ayoo bangun!!! Kata adi membangunkan Fathimah.

Fathimah akhirnya bangun,Fathimah berkata:Menu sahurnya ada apa saja mi?

Ummi  menjawab:ada susu,tempe,nasi,tahu,sayur bayam,kangkung,air putih.

Fathimah menjawab lagi:”Ohh! Ada nasi goreng nggak?

Ummi  menjawab lagi:”Ada kok! Didapur deket air putih ya!

Fathimah menjawab lagi:”Ya sudah,aku ambil dulu ya bu!

Sehabis sahur!!!!!

Ayah berkata:Sebentar lagikan shubuh siap-siap ya!Wudhunya nggak usah di kamar mandi ya!ditempat kamar mandi kamar adek sarah ya!

Ummi &Fathimah menjawab:”Iya abi…Assalamu’alaykum yah!

Adi berkata:Abi tunggu sebentar lagi pake baju nih!

Abi&Adi:Wa’alaykum salam..

Saat Adi berada dimasjid sedang sholat ada bunyi perut geroncongan ditengah dalam masjid.

Adi menahan perutnya yang lapar..

Tiba dirumah……..

Adi digoda setan :Adi lupakan puasamu ini…..ayo makan,makan!

Adi diam-diam menuju dapur karena saking laparnya Adi..

Adi langsung membuka kulkas…

Tiba-tiba Makanannya tak ada,Adi jadi ingat padahal ini bulan puasa..

Siapa yang mau tau lanjutannya ?

Setan lansung lari.

Fathimah lekas mandi,Ibu berkata:Thimah tidak usah mandi pagi-pagi masih jam lima lewat!

Fathimah menjawab:”Ya sudah deh bu agak siangan aja!!!!

Ibu menjawab:”Ya sudah isi buku PRmu ya.”

Fathimah menjawab:”Iya bu!.”

Fathimah akan menuju kamarnya.

Habis mengerjakan PRnya iya membawa sapu, pel,kemoceng dan  alat- alat yang dibutuhkan untuk membersihkan rumah.

Karena sudah hampir jam 6 Fathimah selesaikan merapih kan buku yang ada dikasurnya.

Adi&Fathimah lekas mandi.

Karena sudah jam setengah 7 semua menunggu abi pergi.TIBA TIBA,Abi lekas mengambil baju.

Abi berkata:”Assalamu’Alaykum ya semuanya Abi pergi dulu!

Semuanya menjawab kecuali abi:Wa’alaykum salam yah!!

Adi dan fathimah siap-siap mau kesekolah.

Ten…….Ten……Ten……Mobilnya jemputan adi&fathimah menjemput.

Adi&Fathimah berkata:”Assalamu’alaykum bu!

Ibu menjawab:”Wa’alaykum salam!

Sarah masih tidur karena Masih bayi hahaha!

Disekolah………

Guru Anita:”Assalamu’alaykum Murid-Murid!.”

Murid-Murid:”Wa’alaykum salam bu Guru!.”

Guru Anita:”Allahumman fa’ni bima ‘alam tani wa allimni mayan fa uni wazidni ilman.

Murid-Murid:”Allahumman fa’ni bima ‘alam tani wa allimni mayan fa uni wazidni ilman.

Guru Anita:”Sekarang tebak-tebakan lagi ya!

Aliya:”Kok tebak-tebakanmelulu sih bu?

Guru Anita:”Soalnya nanti saat Belajar PAI bisa menjawabnya.

Aliya:”Oh gitu ya sudah aku suka tebak-tebakkan kok bu!

Guru Anita:”Alhamdullilah kalau suka,Ya sudah pertanyaan pertama:”sebutkan 4 nama paman-paman Nabi Muhammad!.”

Kayla:”Saya bu!

Guru Anita:”Apa?

Kayla:”Paman nabi 4 itu Ada Hamzah,Abbas,Abu lahab,Abu thalib!.”

Guru Anita:”Betul kayla!Kamu mendapat poin 1 oke!

Guru Anita:”Pertanyaan kedua:”siapa kakek nabi?

Adi:”Saya bu!.”Abdul muthalib bu!

Fathimah:”Kakak nggak kayak biasanya deh! Hehehe!.”

Adi:”Uh,Kapan kakak nggak jawab coba hah!

Guru Anita:”Sudah,Sudah kan adek kakak.Tapi betul kok jawabannya!.”

Sepulang sekolah……

Fathimah:”Aduh sakit banget nih perut kayak lapar!

Ucap fathimah dalam hati…..

Kalau Adi menyiapkan Bahan untuk  masak…

Fathimah:”Kak,Boleh makan tidak?

Adi:”TidakLah!Kan ini lagi puasa!

Fathimah:”Boleh tidak makan saat puasa!

Adi:”Boleh!

Fathimah:”Berarti Thimah boleh makan dong..

Adi:”Bukan berarti harus..

Yang boleh makan Hanya yang lupa!

Fathimah:”Iye…Kok lupa?Maksudnya?

Adi:cek…cek…cek…yang lupa berarti tidak sengaja lupa

Misalnya,Kakak lagi baca buku sambil makan padahal masih puasa..

Tapi kakak berniat lupa tidak sengaja..

Fathimah:”Oh begitu toh…

Tapikan katanya puasa.1kali ya?

Adi:”1Bulanlah!Kan 30 hari!

Fathimah:”Hah!

Adi:”Memang lah…Sudah jangan bengong.Tolong ambilkan kakak terigu disana!

Fathimah:”Iya kak.

5 Menit setelah memasak…

Fathimah;”Auu..Sakit banget mau makan..

Ucap fathimah dalam hati.

Adi menuju kamar adiknya yang bernama sarah.

Bermain dengannya..

Fathimah diam-diam menuju kulkas masih ada susu.

Fathimah mengambilnya dengan sengaja..

Fathimah sembunyi minum di bawah meja makan.

Setelah itu adzan dzuhur berkumandang

Huu lega juga..

Mata adi melihat adiknya membawa susu dengan tajam melihatnya..

Adi:”Fathimah kok kamu minum?

Fathimah;”nggak kok abis ngasih ke kucing..

Adi:”Tapi kok nggak ada susunya.

Fathimah;”Kok kakak tahu sih?

Adi:”karena kakak ngintip dari jendela.

Ummi;”sudah,Yang penting fathimah pas.

Adi:”pas apa ummi?

Ummi:”Pas,Kan ini lagi azan..

Fathimah;”Emang harus pas azan ya mi?

Ummi:”Ya….Baca aja dibuku nya abi.

Adi:”yang mana mi?

Ummi:”Yang adab puasa bulan ramadhan.

Adi langsung mengambil bukunya..

Sampai 3 menit selesai membaca

Adzan ashar berkumandang.

Adikan sudah besar…Jadi berangkat kemasjid sendiri..Lagian masjidnya dekat kok..

Huuu…Huuu…huuu.

Adi:”Hah suara apa itu?

Ada teman adi yang jatuh..

Adi langsung menolongnya..

Sepulang dirumah.

Adi:”Assalamu’alaykum!

Sarah,Fathimah,Ummi:”Wa’alaykumussalam.

Fathimah:”Hmm…Enak banget yah kue dari Kaila.

Adi:”Thimah!Makan jangan didepan orang puasa dong!

Fathimah:”Oh!Sorry ya!hehehehe.

Sesampai jam 04:00

Adi:”Ekh…Au…Sakit banget mi.perut adi!

Ummi:”Ya…bentar lagi kan maghrib tenang ya.

Adi:”iya.

Tik…..tik…..tik….. Bunyi hujan..

Adi:”Lah,Mi,kok hujan sih bulan ramadhan?

Ummi:”memang kalau bulan puasa ramadhan harus nggak hujan?

Adi:”Ya,nggak lah,kan di adab puasa itu ada penjelasan kalau bulan puasa panas!

Ummi:”Nggak berarti bulan ramadhan hujan ya!Ya sudah ayo kita siap-siap buka puasa!

Adi:”Iya mi!

Ada bunyi ketokan pintu,Adi langsung membukanya.

Abi:”Assalamu’alaykum!

Semuanya menjawab:”wa’alaykum salam yah…

Abi:”Eh!Kok anak (Fathimah) abi makan?

Fathimah:”          Opss.Ketahuan…hehehe,iya bi tadi thimah udah buka pas dzuhur.

Abi:”          Astagfirullah!Cek…..cek……cek…..

Fathimah:”Abi!ada uang lagi nggak?

Abi:”Ada sih!Tapi yang puasanya FULL..

Adi:”Nggak ah bi!kakak mau nya Cuma makanan.hehehehe.

Abi:”Ya sudah,Nih uangnya!

Fathimah:”Kok,banyak banget?

Abi:”untuk teman-teman kamu juga Thimah!

Fathimah:”Oh…

Adzan maghrib berkumandang…

Adi:”Alhamdulillah!Ayo bi,mi!Buka yee yee

Kata adi sambil melonpat-lompat.

Habis berbuka puasa.

Semua sholat dimasjid menunggu tarawih.

3 detik kemudian ada ceramah singkat dari Ustadz ahmad.

Yaitu:

Ustadz ahmad:”Assalamu’alaykum,semua…

Semua menjawab:”Wa’alaykum salam.

Ustadz ahmad:”ada penjelasan singkat.saya pernah baca diinternet

Yaitu:Www.yufid.com

Judul: (BAGUS) MATERI KULTUM SINGKAT RAMADHAN 2013 : CONTOH CERAMAH PUASA |”Hikmah Puasa Ramadhan” | Keutamaan, Fadhilah, Hikmah Berpuasa/Shaum secara khusus dan umum.

Perjalanan waktu terus berlangsung. Tanpa terasa sekian ramadhan telah dilewati. Ini membuktikan bahwa masa sudah saling berdekatan sebagaimana yang di beritakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Barangkali sebagian kita telah melalui ramadhan selama enam puluh tahun, ada pula yang lima puluh tahun, empat puluh tahun, tiga puluh tahun, dua puluh tahun, atau lebih maupun kurang. Namun apa hasil yang sudah kita raih untuk kebaikan agama dan akherat kita. Sudahkah tempaan bulan suci ramadhan mampu meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah. Atau masihkah tingkah laku kita sama dengan masa sebelumnya bahkan malah lebih parah. Kita memohon kepada Allah ampunan dan rahmat-Nya.

Wahai segenap kaum muslimin, marilah kita merenungi Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berikut ini, (yang artinya):
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang –orang yang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa (kepada Allah)”. (Al Baqarah: 183)

Apabila bertakwa kepada Allah menjadi tujuan yang utama dalam melaksanakan puasa ramadhan berarti pemenangnya adalah orang yang berhasil meningkatkan mutu ketakwaannya selepas bulan yang suci ini. Tentu sangat ironis, jika seorang yang berpuasa di bulan ramadhan justru lebih jauh dari Allah pada bulan-bulan yang berikutnya. Bahkan merupakan kesalahan yang besar bila seorang yang berpuasa mau menahan diri dari hawa nafsu dan syahwat hanya  dalam bulan suci ramadhan dan tak lebih dari itu. Semestinya, fenomena rasa antusias yang sedemikain tinggi untuk melaksanakan ibadah dan menjauhi kemaksiatan dalam bulan suci ramadhan bisa ditularkan pada perputaran waktu yang selanjutnya.

Wahai segenap kaum muslimin, marilah kita menghilangkan dari benak kita asumsi bahwa ramadhan hanya sekadar seremonial ritual agama yang di gelar karena adat istiadat umat islam.  Selepasnya, kita kembali kepada kemerosatan keyakinan dan moral yang sudah berlangsung sebelumnya dengan sangat parah dan rendah.                                                 Marilah kita menjadikan ramadhan sebagai pendidikan spiritual yang mampu membentuk kita sebagai manusia-manusia berkualitas di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Wahai segenap kaum muslimin, sesungguhnya bulan suci ramadhan ini mengandung berbagai pelajaran dan hikmah yang cukup banyak. Ibarat buah yang sudah ranum diatas pohonnya dan hanya tinggal menanti siapa yang datang untuk memetiknya. Dalam tulisan yang ala kadarnya ini, kami mencoba untuk menyuguhkan sebagian pelajaran dan hikmah bulan suci ramadhan bagi para pembaca yang budiman, dengan harapan semoga Allah memberkati kehidupan kita dari waktu ke waktu yang kita lalui, sehingga kita menjadi semakin baik dan lebih bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Berpuasa

Berpuasa adalah syariat dahulu kala yang diwarisi oleh para nabi dan rasul sampai kepada nabi kita Muhammad shallahu ‘alihi wasalam. Berpuasa menyimpan keberkatan dan kemanfaatan yang banyak sekali, baik dari sisi agama maupun kehidupan. Oleh karena itu, islam mensyariatkan amalan yang mulia ini bukan hanya pada bulan suci ramadhan. Selain puasa ramadhan disana masih terdapat puasa-puasa yang lainnya, Ada yang wajib dan ada pula yang sunnah.  Yang wajib, misalnya seperti puasa qadha`, puasa kaffarah, dan puasa nadzar. Adapun yang sunnah, misalnya seperti puasa nabi Daud yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka, Puasa hari senin dan kamis, puasa hari-hari putih yaitu tanggal tiga belas, empat belas, dan limas belas dari setiap pertengahan bulan hijriyah dan lain sebagainya.

Berpuasa disyariatkan oleh Allah melalui Rosul-Nya adalah dalam rangka meningkatkan mutu ketakwaan kita. Disamping itu, berpuasa dapat menghindarkan kita dari segala gejolak hawa nafsu dan syahwat yang menyesatkan. Singkatnya, dengan berpuasa, kita bisa menyelamatkan diri dari amukan api neraka. Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, (yang artinya):

“Berpuasa itu adalah tameng yang dengannya seorang hamba bisa membentengi diri dari amukan api neraka”. (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan yang selain keduanya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dengan sanad yang hasan)

Ya, berpuasa adalah tameng yang membentengi kita dari amukan api neraka. Bagaimana tidak? Dengan berpuasa, kita telah menutup pintu-pintu syaithan yang berada dalam tubuh kita.  Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, (yang artinya):

“Sesungguhnya syaithan itu mengalir pada diri seorang anak Adam laksana aliran darah”. (HR. Al Bukhari dan Muslim dari Shafiyyah radhiyallahu ‘anha)

Maka dengan berpuasa, kita telah menutup pintu syaithan untuk menyelusup ke dalam diri kita. Sebab kita telah meninggalkan makan, minum, dan syahwat kita selama berpuasa karena Allah. Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya):

“Setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Dia meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena Aku”. (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Wahai segenap kaum muslimin, ketahuilah, bahwa lambung yang penuh merupakan sarang syaithan yang paling kotor. Dari lambung yang penuh itu, dia akan menggoda seorang manusia untuk durhaka kepada Allah. Seorang hamba yang lambungnya penuh memiliki tenaga, kekuatan, daya, dan potensi yang cukup besar untuk berbuat apa saja. Maka syaithan menggunakan peluang emas ini untuk menggodanya agar memuaskan segenap hawa nafsu dan syahwat dunia yang diinginkannya tanpa harus memperdulikan syariat Allah. Oleh karena itu, barangsiapa yang ingin mampu mengendalikan berbagai dorongan hawa nafsu dan syahwat kesenangan dunia yang sedang bergejolak hebat dalam dirinya, maka hendaklah dia berpuasa. Maka dengan berpuasa, dia akan terbebas dari segala ajakan hawa nafsu dan syahwat yang bisa menjerongkokkannya ke dalam berbagai lembah hitam yang rendah lagi nista. Termasuk syahwat dunia yang bisa dia redam dengan berpuasa adalah syahwat terhadap wanita-wanita yang diharamkan atasnya. Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, (yang artinya):

“Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu, maka hendaklah dia segera menikah, karena yang demikian itu lebih menundukkan pandangannya dan menjaga kehormatannya, dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena yang demikian itu buat dirinya adalah tameng”. (HR. Al Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)

Betapa banyak para pria yang terjungkal ke dalam lembah neraka jahannam disebabkan oleh fitnah wanita. Intinya, bahwa berpuasa adalah senjata ampuh guna meredam dan mengendalikan hawa nafsu dan syahwat yang durjana. Jika kita telah mengetahui hal ini, maka berpuasa bukan hanya amalan rutinitas pada bulan suci ramadhan. Akan tetapi lebih daripada itu, berpuasa adalah kebutuhan rohani yang semestinya ditunaikan sesuai prosedur syariat islam yang benar demi menggapai kebaikan dunia dan akherat, sehingga kita menjadi manusia-manusia yang lebih bertakwa dan berkualitas di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : http://alhujjah.wordpress.com/2010/09/08/hikmah-ramadhan/

Hikmah dan Keutamaan dalam Berpuasa

1. Hikmah dan Fadhilah (Keutamaan) Ash-Shaum

Ash-Shaum merupakan salah satu ibadah dalam Islam yang memiliki keutamaan yang sangat tinggi, serta memiliki berbagai faidah dan hikmah sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya tatkala menjelaskan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ( البقرة: ١٨٣

Assalamu’alaykum warah matullahi wa barakatuh.

Akhirnya adzan Isya berkumandang.

Semua shalat dengan khusu’ sekali karena mengharap Ridho Allah.

Seusai shalat witir.

Ustadz ahmad:”Assalamu’alaykum.

Ceramah kedua ini berkaitan juga dialog cerita.

Dengarkan baik-baik karena akan ada pertanyaan dari saya.

Disuatu tempat yang bernama Indonesia,Ada anak-anak yang rajin beribadah,berdoa,berdzikir,Dan sebainya.

Disuatu tempat yang terkena mushibah yaitu banjir.Harta, benda,mainannya,segalanya benda yang ada dirumahnya.

Dia berkata:”Qaddarullah wa mansya ‘a fa’al.

Itu ucappan terakhirnya.hingga ia besar.

Akhirnya bisa ia bekerja di suatu tempat yaitu amerika.dia membuat macam jenis makanan halal-halal yang dapat laku.

Hingga ia wafat.Detik-detik wafatnya yaitu:dia berkata:”Qaddarullah wa mansya ‘a fa’al.itu lah yang saya hanya bisa begitu wahai anakku,Bahwa Allah telah mentakdirkan hari ini,bukan besok.

Aku hanya bisa berkata La ilaha illah,Tiada tuhan selain Allah.

Aku hanya bisa berkata jagalah shalatmu wahai ahmad.

Aku hanya bisa berkata La ilaha illah,Apa yang terjadi dia akhirnya wafat dijalan yang benar.kalian tahu siapa dia?

Semua menjawab:”Tidak ustadz?

Dia adalah ayahku!

Yang sudah bersusah payah meninggalkanku.

Semua yang mendengar menangis karena cerita dari ustadz.

Adi:” Abi! Apa yang bisa diambil dari ceramah ustadz tadi ya??

Abi:”silahkan tulis apa yang abi tulis disini…

Pulang dari masjid…

Fathimah:”ceramah tadi tentang puasa untuk Allah ya?

Adi :” Memang ada apa sih fathimah?

fathimah:” Dengar kan “Setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Dia meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena Aku”. (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

kalau sedang puasa bisa mengisi waktu luangnya dengan menulis pengalaman,karangan,cerita,kisah zaman Rasulullah dan lain lain.Yang lebih baik mengisi waktu luang dibulan Ramadhan adalah membaca Kalam Allah al qur’an.

Sepertinya itu saja yang  aku bertahu sekarang semoga bermanfaat terima kasih ya yang sudah membaca.

Assalamu’alaikum teman teman ……………………..